ADHI KARYA

Adhi Karya Gelar RUPO Kamis 12 Februari 2026, Simak Rangkaian Agenda Lengkapnya

Adhi Karya Gelar RUPO Kamis 12 Februari 2026, Simak Rangkaian Agenda Lengkapnya
Adhi Karya Gelar RUPO Kamis 12 Februari 2026, Simak Rangkaian Agenda Lengkapnya

JAKARTA - PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) pada Kamis, 12 Februari 2026. Agenda ini menjadi bagian penting dari rangkaian kewajiban perseroan kepada para pemegang efek bersifat utang, sekaligus forum strategis untuk membahas berbagai keputusan terkait obligasi yang telah diterbitkan.

Pelaksanaan RUPO tersebut mencakup sejumlah seri obligasi, baik dari penerbitan tahun 2022 maupun 2024. Berdasarkan pengumuman resmi PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), terdapat tiga seri obligasi Adhi Karya yang masuk dalam agenda rapat, yakni Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022 Seri B, Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022 Seri C, serta Obligasi Berkelanjutan IV Adhi Karya Tahap I Tahun 2024. Ketiga seri obligasi ini akan dibahas dalam satu rangkaian RUPO yang digelar pada tanggal tersebut.

Sebagai bagian dari mekanisme pelaksanaan rapat, KSEI juga menetapkan jadwal konfirmasi tertulis untuk keperluan RUPO melalui sistem ORCHiD pada 10 Februari 2026. Proses ini menjadi tahap administratif yang penting agar seluruh pemegang obligasi dapat terdaftar dan memiliki hak suara dalam rapat yang akan digelar dua hari setelahnya.

Agenda dan Seri Obligasi yang Dibahas

RUPO yang dijadwalkan pada Kamis, 12 Februari 2026, akan membahas tiga seri obligasi yang diterbitkan Adhi Karya dalam dua periode berbeda. Pertama, Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2022 Seri B dengan kode ADHI03BCN3. Kedua, Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2022 Seri C dengan kode ADHI03CCN3. Ketiga, Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2024 dengan kode ADHI04CN1.

Ketiga seri obligasi ini merupakan bagian dari strategi pendanaan perseroan dalam menjaga keberlanjutan proyek serta pengelolaan struktur keuangan. Dengan adanya RUPO, para pemegang obligasi memiliki kesempatan untuk memperoleh penjelasan terkini terkait kondisi obligasi, rencana perseroan, serta berbagai keputusan yang memerlukan persetujuan kolektif.

Rapat ini juga menjadi sarana formal bagi perusahaan untuk menyampaikan perkembangan kinerja serta memastikan seluruh pemegang obligasi mendapatkan informasi yang transparan dan akuntabel, sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Jadwal Pembekuan dan Pengaktifan Efek

Dalam rangka penyelenggaraan RUPO, KSEI menetapkan periode pembekuan efek sejak akhir hari recording date hingga pelaksanaan rapat. Pembekuan ini berlangsung mulai 6 Februari 2026 sampai dengan 12 Februari 2026. Selama periode tersebut, efek terkait tidak dapat diperdagangkan sebagai bagian dari mekanisme pengamanan administrasi rapat.

Setelah RUPO selesai dilaksanakan, KSEI akan mengaktifkan kembali efek tersebut pada satu hari kerja berikutnya, yakni mulai 13 Februari 2026. Langkah ini dilakukan agar perdagangan efek dapat kembali berjalan normal, sekaligus memastikan seluruh proses rapat telah terselesaikan dengan baik.

Penetapan jadwal pembekuan dan pengaktifan kembali efek ini merupakan prosedur standar yang diterapkan dalam setiap pelaksanaan RUPO, guna menjamin ketertiban administrasi serta kepastian hukum bagi seluruh pemegang obligasi.

Peran KSEI dalam Penyelenggaraan RUPO

Sebagai lembaga penyimpanan dan penyelesaian di pasar modal Indonesia, KSEI memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan RUPO. Dalam pengumuman resminya, KSEI menegaskan bahwa seluruh mekanisme rapat dilakukan sesuai dengan peraturan tentang jasa kustodian sentral, khususnya yang mengatur rapat pemegang efek bersifat utang.

KSEI juga mengelola sistem ORCHiD sebagai sarana konfirmasi tertulis untuk kepentingan RUPO. Melalui sistem ini, para pemegang obligasi dapat memastikan keikutsertaan mereka dalam rapat, sekaligus memudahkan proses administrasi yang transparan dan terintegrasi.

Selain itu, KSEI menegaskan komitmennya terhadap penerapan tata kelola perusahaan yang baik dengan menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan. Setiap dugaan pelanggaran dapat dilaporkan melalui mekanisme pelaporan resmi yang telah disediakan, sebagai bentuk penguatan integritas dalam setiap layanan yang diberikan.

Makna Strategis RUPO bagi Adhi Karya

Bagi Adhi Karya, pelaksanaan RUPO bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan juga forum strategis untuk menjaga kepercayaan investor. Dalam rapat ini, perseroan dapat menjelaskan berbagai kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan utang, rencana pembayaran kupon, serta langkah-langkah strategis lainnya yang berdampak langsung terhadap kepentingan pemegang obligasi.

RUPO juga menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi dua arah antara manajemen perusahaan dan investor. Melalui forum ini, pemegang obligasi dapat menyampaikan pandangan, pertanyaan, maupun masukan, sehingga tercipta hubungan yang lebih transparan dan konstruktif.

Di tengah dinamika industri konstruksi dan infrastruktur yang penuh tantangan, keterbukaan informasi dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas keuangan perusahaan. Oleh karena itu, pelaksanaan RUPO secara tertib dan tepat waktu mencerminkan komitmen Adhi Karya dalam menjalankan praktik bisnis yang profesional dan berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index