Potensi Besar Ekonomi Digital dan Dominasi Thailand dalam Adopsi AI di Kawasan ASEAN

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:26:33 WIB
Potensi Besar Ekonomi Digital dan Dominasi Thailand dalam Adopsi AI di Kawasan ASEAN

JAKARTA - Ekonomi digital di kawasan ASEAN diprediksi tumbuh sangat besar menjelang 2030, dengan nilai yang mencapai puluhan ribu triliun rupiah, sementara Thailand mencatat angka adopsi kecerdasan buatan (AI) tertinggi di antara negara anggota. Proyeksi ini menunjukkan arah transformasi ekonomi kawasan di tengah persaingan global dan meningkatnya penerapan teknologi di berbagai sektor.

Pertumbuhan Ekonomi Digital ASEAN Menggapai Triliunan Rupiah

Laporan terbaru mengungkap bahwa ekonomi digital ASEAN diperkirakan akan mencapai nilai setara Rp 16.828 triliun pada tahun 2030, mencerminkan potensi besar yang dimiliki kawasan. Nilai ini didorong oleh pertumbuhan pesat sektor digital seperti e-commerce, pembayaran elektronik, layanan teknologi, serta penggunaan kecerdasan buatan di berbagai lini kehidupan.

Proyeksi ini merupakan bagian dari gambaran yang lebih luas bahwa ASEAN akan menjadi salah satu kawasan digital paling dinamis di dunia. Meski angka pastinya berbeda tergantung kurs dan metodologi perhitungan, semua analis sepakat bahwa pertumbuhan digital akan menjadi pendorong utama perekonomian ASEAN dalam beberapa tahun mendatang.

Thailand Tercatat Memimpin Adopsi AI di ASEAN

Dalam kajian yang dirilis pada 12 Februari 2026, ditemukan bahwa Thailand mencatat tingkat adopsi kecerdasan buatan tertinggi di ASEAN. Riset yang disusun oleh lembaga regional dengan dukungan pihak swasta menunjukkan bahwa penggunaan AI, khususnya generatif AI, sudah sangat luas di negara ini — termasuk di kalangan pelajar dan tenaga pendidik.

Data riset menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen pelajar Thailand dan sekitar 81 persen guru telah rutin menggunakan teknologi generatif AI dalam aktivitas mereka. Ini menjadikan Thailand sebagai salah satu pelopor dalam penerapan kemampuan teknologi cerdas di kawasan Asia Tenggara.

Para peneliti menilai dominasi Thailand dalam adopsi AI ini menjadi salah satu faktor yang mempercepat integrasi digital di berbagai sektor, termasuk pendidikan, bisnis, dan riset teknologi. Namun demikian, tingkat adopsi ini juga menghadirkan tantangan baru berupa kebutuhan akan tata kelola, pelatihan, dan kebijakan yang matang agar teknologi bisa digunakan secara bertanggung jawab.

Sekilas Tantangan Penerapan Teknologi di ASEAN

Walaupun pertumbuhan digital dan AI sangat cepat, masih ada sejumlah hambatan yang harus diatasi oleh negara-negara anggota. Tantangan itu antara lain adalah kesenjangan kesiapan infrastruktur digital, perbedaan regulasi antarnegara, serta kemampuan literasi digital masyarakat.

Sebagai contoh, sejumlah analis menyoroti bahwa transformasi digital tidak bisa semata dinilai dari adopsi teknologi canggih atau besarnya nilai ekonomi digital. Kecepatan dan pemerataan manfaat teknologi terhadap seluruh lapisan masyarakat juga perlu diperhatikan agar pertumbuhan digital memberikan manfaat luas bagi semua.

Sektor Digital ASEAN dan Peran Pemerintah

Untuk mendukung percepatan ekonomi digital, pemerintah di seluruh ASEAN tengah mengintensifkan kerja sama dalam berbagai bentuk, termasuk melalui kerangka kerja ekonomi digital ASEAN (DEFA). Inisiatif ini dirancang untuk mengintegrasikan pasar digital, meningkatkan interoperabilitas sistem pembayaran, serta mempercepat pengembangan infrastruktur digital lintas negara.

Anggota ASEAN juga memperluas pelatihan AI, literasi digital, serta kolaborasi antara sektor publik dan swasta untuk mendorong inovasi dan meningkatkan daya saing global. Adanya kemitraan semacam ini diharapkan mampu memperluas akses terhadap teknologi dan menciptakan ekosistem ekonomi digital yang lebih inklusif.

Proyeksi dan Arah Transformasi Digital Ke Depan

Para pengamat ekonomi menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi digital ASEAN adalah momentum utama bagi kawasan ini untuk meningkatkan produktivitas, menciptakan peluang kerja baru, dan memperluas perdagangan digital lintas negara. Dengan populasi lebih dari 660 juta jiwa dan penetrasi internet yang terus meningkat, pertumbuhan ekonomi digital diperkirakan tidak akan melambat dalam dekade mendatang.

Namun, mereka menekankan bahwa keberhasilan jangka panjang tergantung pada kemampuan negara anggota untuk mengatasi tantangan seperti literasi digital, tata kelola AI, serta harmonisasi regulasi. Jika hal ini bisa dilakukan secara efektif, ekonomi digital ASEAN tidak hanya akan mencapai nilai angka triliunan rupiah tetapi juga mendorong kemakmuran dan inovasi bagi seluruh masyarakat.

Terkini